Categories
Barista

Betapa Pentingnya Kompetisi Kopi dengan Standar Internasional

Kompetisi kopi digunakan sebagai alasan untuk bertemu dengan teman-teman kopi yang lain. Sebagai ajang unjuk gigi, ajang menguji kemampuan diri, dan tidak menutup kemungkinan ajang untuk promosi. Menurut saya, kompetisi kopi memiliki peran yang lebih besar lagi dari itu.

Beberapa tahun belakangan, mulai bermunculan berbagai macam kompetisi kopi, baik kompetisi menyeduh kopi, kebaristaan, kompetisi membuat latte art, atau kompetisi kreativitas kopi. Biasanya kompetisi ini dilaksanakan dengan tidak memiliki standar penilaian tertentu atau memiliki sistem penilaian throwdown. Namun di sisi lain, kompetisi kopi dengan menggunakan standar internasional pun mulai banyak bermunculan khususnya di kota-kota besar di Indonesia.

Seperti acara tahunan yang dibuat oleh Manual Brewing Community di Bandung, dengan acaranya Bandung Brewers Cup. Ada juga Jogja Coffee Event yang diselenggarakan oleh komunitas kopi BKVR (BaristaKoffieLovers) dengan kompetisi menyeduh untuk tahun pertama, lalu ditambah dengan kompetisi latte art dan juga kompetisi kebaristaan di tahun selanjutnya. KKBrC atau Kelas Kopi Brewing Competition, sebuah lomba menyeduh kopi selama 2 tahun berturut-turut yang diadakan oleh Kelas Kopi, sebuah kedai kopi di Semarang. Belum lama ini juga telah diadakan Sleman Brewers Championship dengan Komunitas Kopi Nusantara sebagai panitianya. Dan masih banyak lomba-lomba di daerah lain seperti Sukabumi, Lampung, dsb. Lomba-lomba yang diadakan ini menggunakan peraturan dan sistem penilaian yang dibuat oleh World Coffee Event, sebuah organisasi manajemen acara internasional yang ditemukan oleh Specialty Coffee Association. Organisasi inilah yang mengadakan kompetisi kopi bergengsi di dunia kopi spesial, di antaranya adalah World Barista Championship, World Brewers Cup Championship, World Latte Art Championship, dll.

Kompetisi-kompetisi kopi sangat penting sebagai wadah atau ajang untuk unjuk gigi bagi para barista. Namun, alangkah lebih baik jika kompetisi yang diadakan tersebut menggunakan standar internasional. Tentu saja dengan menggunakan standar internasional, lomba ini tidak mudah bagi para barista yang mengikutinya, dan juga tidak mudah bagi para penyelenggaranya termasuk pihak-pihak lain yang berperan dalam berjalannya kompetisi, seperti:

1. Event organizer yang bertanggung jawab akan keseluruhan acara, mulai dari stage, sound system, lighting, booth, mempersiapkan area kompetisi, ruangan latihan, dan detil-detil kecil yang berkaitan dengan berjalannya acara.

2. Kepanitiaan beserta dengan sukarelawannya yang harus mengerti akan alur kompetisi berjalan, dari kompetitor registrasi ulang, loading barang ke troli, latihan di ruangan khusus, naik ke stage, kompetisi berjalan, balik ke belakang panggung, dan membereskan barang. Belum ditambah dengan kebutuhan sound system dan mengerti apa saja kegiatan yang berlangsung selama kompetisi berjalan. Don’t get me started dengan kebutuhan para juri kompetisi yang juga tidak sedikit.

3. Juri kompetisi, biasanya untuk 1 peserta lomba dibutuhkan 4 sampai 8 orang juri tergantung dari lomba yang diadakan. Para juri harus mengerti peraturan lomba tersebut dan harus terkalibrasi. Juri pun juga harus senantiasa fokus selama kompetisi berlangsung, dapat menulis dengan cepat dan mudah untuk dilihat agar scoresheet dapat dimengerti oleh para barista yang membacanya.

Dengan menggunakan standar internasional sebagai pegangan, tentu saja hasilnya adalah kualitas para barista yang mengikuti lomba ini pun meningkat. Begitu juga para pihak lain yang berkecimpung dalam acara, khususnya para juri pun menjadi terkalibrasi antara satu dengan yang lain. Dengan semakin banyaknya coffee professional, yang mengerti akan kualitas, tentu saja harapannya adalah industri kopi spesial yang kecil ini pun juga ikut terangkat.

Di tahun yang baru ini, saya berharap lomba-lomba dengan standar internasional bisa lebih banyak diadakan, tidak mulu di Pulau Jawa. Seperti adanya ujian harian ketika di sekolah sebelum pada akhirnya diadakan ujian sekolah untuk menentukan kelulusan. Begitu juga kompetisi-kompetisi kecil ini bisa digunakan sebagai persiapan sebelum mengikuti kompetisi nasional.

3 replies on “Betapa Pentingnya Kompetisi Kopi dengan Standar Internasional”

Mungkin teman-teman daerah bisa meniru lomba seperti di Bintaro Brewers Cup. Lomba tersebut bisa menjadi contoh bahwa tidak perlu yang meriah dan besar tetapi kualitasnya nomor satu. Dari juri hingga panitia Bintaro sangat profesional dan rapi.

Like

Leave a reply to Apa itu Juri Kompetisi Kopi? – Kehidupan Barista dan Sekitarnya Cancel reply