Categories
Barista

Robusta, Si Anak Tiri di lndustri Kopi Spesial

Mari kita berkenalan lebih dalam dengan si anak tiri. Seperti pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Siapa tahu si anak tiri ini adalah cinderella yang ditunggu-tunggu.

Di awal ketika kopi spesial sedang naik daun di Jakarta dan sekitarnya, banyak yang masih belum terbiasa dengan kopi arabika. Kopi arabika yang dikenal sebagai kopi yang lebih asam dan direlasikan dengan membuat lambung tidak nyaman, dibandingkan dengan kopi robusta yang lebih dianggap sebagai “kopi yang lebih kopi”. Rasa khas seperti pahit, kacang, tanah, karung goni, dan juga biasa diseduh secara pekat adalah ciri-ciri kopi robusta yang biasa dijual secara umum.

Di awal masa ini pula, barista kopi spesial biasanya mencibir robusta karena tidak hip atau keren/kekinian, karena tidak bisa mengeluarkan rasa-rasa unik seperti kopi spesial (yang biasa menggunakan kopi arabika). Mengandung kafein yang lebih tinggi dibandingkan arabika, kopi robusta juga biasanya lebih dicari oleh “para peminum kopi garis keras”. Kopi robusta juga terkesan golongan kelas bawah dari kopi arabika, karena harganya yang lebih terjangkau. Lucunya karena harganya yang murah ini, malah sekarang kedai-kedai kopi banyak yang menggunakan kopi robusta sebagai bahan baku dari menu es kopi susu gula aren yang mereka jual, agar harganya bisa berkompetisi di pasar. Pertanyaannya adalah apakah kopi robusta seburuk itu dan penggunaannya hanya sampai sebatas es kopi susu kekinian saja?

Perlu diketahui bahwa tanaman kopi robusta tidak semanja kopi arabika. Manja dalam arti kopi robusta lebih tahan hama, tidak harus ditanam di ketinggian 1000 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan bisa lebih banyak memproduksi kopi ceri dibandingkan dengan arabika. Karena keunggulan-keunggulan inilah maka kopi robusta dipakai untuk kopi komersil. Namun karena untuk keperluan komersil/diproduksi secara masal, maka kualitas pun tidak diperhatikan, tidak seperti kopi arabika yang diperuntukan untuk kopi spesial.

Bayangkan apa yang terjadi jika kopi robusta ini diproduksi untuk grade spesial dengan diperhatikan kualitasnya? Dimulai proses penanaman, pemetikan, proses pasca panen, roasting dan juga ketika diseduh. Saya yakin rasanya bisa menandingi kopi arabika. Saya sendiri pernah mencicipi kopi robusta dengan grade spesial, atau disebut sebagai Fine Robusta, dari Brasil. Menurut saya, kopi tersebut memiliki tingkat kemanisan layaknya kopi arabika dengan grade spesial pada umumnya.

Oleh karena keunggulan-keunggulannya ini, robusta disebut-sebut sebagai masa depan industri kopi spesial. Masalah perubahan iklim yang sedang dihadapi di industri mengancam keberlangsungan produksi kopi arabika dan kopi robusta bisa menjadi solusi. Jujur, saya sendiri pun tidak sabar untuk mencoba Fine Robusta yang lain dan senantiasa menanti akan perkembangan si anak tiri ini.

3 replies on “Robusta, Si Anak Tiri di lndustri Kopi Spesial”

Leave a comment