Sebuah perspektif dari seorang introvert.
Yup..itulah saya. Seorang introvert. Seseorang yang tidak banyak bicara, lebih suka menyendiri, tidak begitu bersemangat jika bertemu dengan orang lain, dan tidak suka keramaian. Tetapi pekerjaan saya ini mengharuskan saya melakukan hal yang berada di luar zona nyaman: harus bertemu dengan orang baru, malah diharuskan untuk berkomunikasi ke pelanggan sebagai bagian dari edukasi kopi spesialti. Hal-hal ini merupakan kegiatan melelahkan bagi seorang introvert, kebalikannya bagi orang ekstrovert yang bisa membuat lebih bersemangat.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, uraian tugas seorang barista sebagian besar mencakup aktivitas fisik. Dari berdiri selama 8 jam, membuat kopi, baik menggunakan mesin atau secara manual, mengantar produk ke meja pelanggan, melayani pelanggan, mencuci piring, membersihkan meja, menyapu, mengepel, membersihkan grease trap, mengangkat barang-barang berat, dan lain sebagainya. Menurut saya, pekerjaan seorang barista dua kali lebih melelahkan bagi orang introvert. Walaupun sudah bergelut selama 6 tahun, tetap saja saya belum terbiasa sepenuhnya.
Ada kalanya ketika selesai shift, saya tidak memiliki tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain, khususnya jikalau harus nongkrong bareng dengan teman-teman. Rasanya seperti badan saya menjadi sebuah cangkang yang ditinggal pergi oleh energi kehidupan saya. Hari libur kerja biasa saya gunakan untuk recharge energi-energi tersebut agar kembali bisa melakukan pekerjaan saya secara profesional.
Jika memang sedemikian melelahkannya, apa yang membuat saya tetap bekerja sebagai barista? Berikut beberapa alasan yang terpikir oleh saya:
1. Mungkin ini yang orang-orang sebut sebagai passion? Saya sendiri masih belum mengerti lebih mendalam mengenai arti kata ini.
2. Walaupun melelahkan bertemu dengan orang baru, tetapi di situlah keseruannya. Tidak ada yang tahu dengan siapa kita akan bertemu nanti dan juga apa yang akan terjadi. Setiap hari adalah sebuah petualangan yang baru.
3. Kuncinya adalah ketika apa yang kita buat dengan sepenuh hati dan disajikan ke pelanggan, dapat membuat mereka senang dan puas. It will just make my day.