Categories
Barista

Dear Barista, please take care of yourself

Sebuah pengingat untuk semua yang bekerja di belakang mesin kopi.

Pernahkah kalian terpikir bahwa kondisi fisik seorang barista sangat penting dalam menjalani pekerjaan sehari-hari? Jujur saya sendiri pun lupa atau mungkin mengganggap remeh sehingga menjadi lupa.

Saya pun teringat kembali karena gastritis saya kambuh kembali setelah sekian lama dikarenakan saya telat makan. Hanya karena telat makan. Akibatnya, esoknya saya tidak bisa dial-in kopi di pagi hari, tidak bisa menyicip manual brew yang akan disajikan ke pelanggan, sedikit pun. Satu cicipan, lambung saya langsung sakit dan mengganggu semua kegiatan saya di hari itu.

Penyakit gastritis merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh orang kopi. Baik yang sejawat maupun yang lebih senior. Banyak teman-teman kopi saya yang memiliki penyakit gastritis bahkan gerd, dan sekalinya kambuh, say goodbye to coffee for a while yang tentunya sangat menyiksa sekali bagi seseorang yang harus minum kopi dalam kehidupan sehari-hari.

Saya selalu diingatkan untuk mengisi perut sebelum minum kopi oleh seseorang yang tidak bisa minum kopi, walaupun satu icipan saja, selama bertahun-tahun. Padahal Beliau ini adalah penikmat kopi dari kecil. Beliau selalu bercerita, dulu satu ceret kopi bisa dihabiskan oleh dirinya sendiri. Dengan perut kosong pun dia tetap minum kopi dan ini menjadi kebiasaan beliau. Sampai suatu ketika dia tidak bisa minum kopi lagi sampai sekarang karena kebiasaan buruknya ini.

Saya selalu diingatkan untuk mengisi perut sebelum minum kopi oleh seseorang yang tidak bisa minum kopi, walaupun satu icipan saja, selama bertahun-tahun. Padahal Beliau ini adalah penikmat kopi dari kecil. Beliau selalu bercerita dulu satu ceret kopi bisa dihabiskan oleh dirinya sendiri. Dengan perut kosong pun dia tetap minum kopi dan ini menjadi kebiasaan beliau. Sampai suatu ketika dia tidak bisa minum kopi lagi sampai sekarang karena kebiasaan buruknya ini.

Saya selalu mengingat cerita ini sebagai pelajaran. Karena saya tidak mau sampai suatu ketika di masa yang akan datang, saya tidak bisa minum dan membuat kopi hanya dikarenakan suatu hal yang sepele, menjaga pola makan. Tidak hanya kesehatan lambung yang harus diperhatikan, tetapi juga hidung dan mulut untuk merasakan, dan tentu saja tangan untuk membuat kopi, karena pekerjaan seorang barista sangatlah menuntut kondisi fisik yang baik.

Leave a comment