Latte art, jembatan awal antara barista dan pelanggan dalam mencicipi secangkir kopi. Sebuah karya visual yang memukau dan memikat tidak hanya bagi para pelanggan, tetapi juga barista newbie yang baru saja berkecimpung di dunia perkopian. Malah tidak jarang yang terpikat untuk belajar kopi (spesial) lebih lanjut dikarenakan teknik menggambar menggunakan susu di secangkir espresso ini.
Tidak hanya bentuk heart, tulip, dan rosetta, tetapi sekarang mulai banyak bermunculan pattern-pattern baru. Sebut saja seperti gambar kelinci, banteng, gorila, monyet, burung, dan lain sebagainya, yang membuat latte art lebih menarik lagi. Ditambah dengan sudah banyak sekali video membuat latte art yang tersebar di media sosial yang mempermudah akses untuk melihat prosesnya. Proses membuat latte art yang terekam di video-video tersebut terlihat begitu cepat dan mudah. Hanya dalam hitungan detik, gambar cantik bisa terbentuk di segelas kopi untuk disajikan ke pelanggan. Sadly, proses yang cepat ini terkadang malah menipu akan betapa tidak mudahnya membuat latte art.
Tidak aneh terkadang barista yang baru belajar latte art akan tertipu dengan video-video membuat latte art ini. Dan ketika pertama kali mereka mencoba membuatnya, baru mereka tersadarkan akan betapa kompleksnya membuat latte art. Dalam kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk menjabarkan hal-hal yang harus diperhatikan bagi yang baru memulai belajar latte art dan juga menyinggung hal yang mungkin jarang diajarkan oleh orang pada umumnya :
1. Carilah mentor yang siap untuk membantu melihat bagaimana proses kamu membuat latte art. Seperti yang sudah disebutkan di atas, proses membuat latte art berlangsung cepat. Dibutuhkan seseorang yang bisa mengamati dan memberikan masukan akan apa yang benar dan salah selama proses berlangsung.
2. Pilihlah milk jug yang paling nyaman untukmu. Ada beberapa poin yang bisa dijadikan konsiderasi ketika memilih milk jug yang nyaman: ukuran milk jug, handle milk jug, berat milk jug, dan juga spout dari milk jug tersebut. Faktanya, setiap orang memiliki bentuk tangan yang berbeda-beda, sehingga kecocokan dengan milk jug pun pasti berbeda. Jika sudah menemukan milk jug yang cocok, pakailah itu terus selama latihan berlangsung.
3. Gunakan fresh milk agar terbentuk foam yang dicari untuk membuat latte art di atas espresso. Perlu diketahui juga bahwa setiap merk fresh milk yang berbeda memiliki kandungan nutrisi yang berbeda, yang akan memberikan feel yang berbeda juga ketika di steam dan juga pouring. Sehingga alangkah baiknya, agar memilih satu jenis merk susu saja dari awal latihan berlangsung.
4. Dalam membuat latte art, teknik steam susu yang baik adalah kunci. Dibutuhkan hasil susu yang sudah di steam dengan karakteristik smooth texture, elastic, dan memiliki kadar foam susu yang cukup agar bisa digunakan untuk menggambar dari basic pattern hingga yang bervariasi.
5. Walaupun proses membuat latte art sangatlah cepat, bukan berarti ketika melakukannya juga harus cepat alias terburu-buru. Malah yang dibutuhkan adalah fokus ketika proses berlangsung. Proses langkah demi langkah yang dimulai dari: membuat base yang baik agar tidak washed, menurunkan foam susu ke atas espresso, sinkronisasi antara tangan yang memegang gelas dan juga tangan yang memegang milk jug, dan juga bagaimana cara menggambar pattern yang ingin dieksekusi.
6. Tips paling terakhir dan menurut saya yang paling penting adalah siap untuk latihan berkali-kali dan menghasilkan gambar yang jelek. Seperti menggambar, dibutuhkan latihan berkali-kali sebelum dapat menghasilkan gambar yang baik, begitu juga dengan latte art. Ditambah lagi latte art tidak bisa dihapus atau koreksi. Apapun hasilnya, bagus atau jelek, harus diterima, dan harus disajikan ke pelanggan. Di situlah tantangan terbesar dalam membuat latte art, menghias minuman yang akan disajikan ke orang lain.
Membuat latte art itu seru, kapan lagi kita bisa menggambar menggunakan susu dan menghasilkan pattern yang berbeda-beda. Hanya saja proses pembelajaran dan juga eksekusinya tidak mudah. Saya berharap poin-poin yang saya bagikan di atas tidak menghentikan para barista newbie dalam belajar latte art lebih lanjut, justru malah membantu dalam proses pembelajarannya.