Categories
Kopi Spesialti

Apa yang spesial dari Specialty Coffee?

Sebuah perkenalan dan pengingat bagi diri kita sendiri. 

Malah yang seharusnya ditanya di awal adalah apa itu specialty coffee? Menurut (almarhumah) Erna Knutsen, pencetus dari istilah specialty coffee pada tahun 1978, specialty coffee adalah kopi yang dihasilkan dengan iklim mikro geografis khusus, sehingga menghasilkan kopi dengan cita rasa yang unik. Karena itulah specialty coffee harus senantiasa well prepared, freshly roasted, dan properly brewed. 

Tentu saja perjalanan specialty coffee tidaklah singkat. Menurut Specialty Coffee Association (SCA), specialty coffee hanya bisa terwujud ketika semua yang berperan di rantai nilai bekerja dalam harmoni dan mempertahankan standarisasi dari awal hingga akhir. Ini adalah suatu proses yang tidak mudah, karena dedikasi para orang profesional inilah, kita bisa menikmati kopi dari berbagai mancanegara. 

Berikut adalah pihak yang memiliki peran dalam rantai nilai specialty coffee

 1. Petani kopi yang biasanya sudah selama beberapa generasi dalam keluarganya mencoba menyempurnakan cara untuk menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik. Bagi para petani, bisa membangun relasi dengan pembeli yang fokus akan kualitas, mereka akan mendapat jaminan profit yang lebih tinggi yang dapat menunjang individu, keluarga, dan komunitas di seluruh dunia. 

2. Green Coffee Buyer yang melalui prosedur cupping dapat menilai kopi dan menentukan apakah kopi tersebut memiliki kualitas specialty grade. Green coffee buyer memiliki peran yang besar dalam mengkomunikasikan informasi tentang sebuah kopi kepada roaster.

3. Roaster yang memerlukan pengetahuan yang cukup tinggi dan juga pengalaman dalam memproduksi roast profile yang cocok untuk specialty coffee. Kopi harus senantiasa dimonitor selama proses sangrai. Prinsip sains mengenai perpindahan panas, termodinamika, dan kandungan kimia kopi harus diaplikasikan untuk memastikan kualitas dan rasa dengan standar tertinggi keluar dari kopi yang sudah selesai disangrai 

4. Barista yang harus memiliki skill tinggi dalam mengoperasikan alat-alat menyeduh, mengetahui lebih jauh tentang asal kopi yang akan diseduh dan bagaimana rasa yang akan muncul ketika diseduh. Jika kopi spesialti ini tidak diseduh dengan baik dan benar, maka ada kemungkinan potensi rasa sebenarnya bisa saja hilang, Barista harus memastikan setiap kopi mencapai potensi sebenarnya. 

5. Konsumen yang melengkapi siklus specialty coffee dengan aktif mencari dan memilih dari pilihan specialty coffee yang beredar. Ketika seorang konsumen mengambil waktu untuk mencari kedai kopi lokal atau toko sangrai yang berdedikasi terhadap kualitas, atau meluangkan waktu tambahan untuk belajar dari barista mengenai sentuhan tangan dan passion dari orang-orang yang telah memproduksi kopi yang dinikmati , konsumen tersebut tidak hanya mendemonstrasikan komitmen kepada standar kualitas selera dan rasa yang lebih tinggi tetapi juga sebuah komitmen untuk standar kehidupan yang lebih tinggi bagi para orang-orang yang berkonstribusi sepanjang perjalanan ini. 

Mari kita kembali ke pertanyaan awal. Apa yang spesial dari specialty coffee? Berdasarkan penjelasan di atas, kita mengetahui bahwa perjalanan specialty coffee sangatlah panjang dan tidak mudah dari hulu hingga ke hilir. Namun saya jamin setiap orang memiliki jawabannya masing-masing karena pertanyaan ini cukup subjektif. Tidak ada yang benar atau salah dari jawaban kita masing-masing.

Bagi saya yang spesial dari specialty coffee adalah karena sebuah kemewahan yang terjangkau (affordable luxury). Jika dibandingkan dengan “saudara-saudara” sejenisnya (beverage) seperti teh dan wine dengan kualitas yang sama tinggi, kopi bisa dibilang masih tergolong murah. Dengan harga yang masih terjangkau, namun saya bisa mencium aroma dan mencicipi rasa-rasa yang unik, tidak hanya pahit layaknya kopi pada umumnya. Berdasarkan pengalaman saya selama ini, saya pernah mencium aroma bunga melati, lavender, dan kembang sepatu di kopi. Saya juga pernah mencicipi rasa peach, apricot, bergamot, jambu klutuk, dan plum.

Dan bagi saya, yang paling penting adalah melalui specialty coffee, saya belajar untuk menggunakan indera penciuman dan juga indera perasa lebih lagi (to smell & to taste), yang membuat saya lebih mengapresiasi hidup. Seperti yang ditulis oleh Bianca Bosker dalam bukunya Cork Dork: to taste better is to live better, and to know ourselves more deeply” (mencicipi lebih baik membuat hidup lebih baik dan untuk mengenali diri kita sendiri lebih dalam). 

4 replies on “Apa yang spesial dari Specialty Coffee?”

Karena pada nomor 5 terletak pada konsumen, bila kita membuat sebuah cafe atau coffeeshop apakah perlu didesain sedemikian rupa interior dan layanannya, sehingga membuat para konsumen secara maximal dapat menikmati kopi dengan sangat baik. Sebab misalnya karena menyediakan makanan juga, sehingga aroma macam2 berseliweran di cafe, sehingga membuat konsumen kesulitan menikmati aroma kopinya. Atau mungkin karena terlalu ramai, sehingga bagi konsumen kurang terasa khusyuk menikmati kopi yang disediakan. Atau interior cafenya kurang menarik, mungkin juga kurang bisa memaksimalkan konsumen yang ingin mennyeruput specialty coffee yang ditiap seruputnya memiliki nyawa.

Like

Hi LucS, sorry late reply. Interior & layanan pasti harus diperhatikan karena kedua komponen ini adalah bagian dari sebuah konsep kafe/kedai kopi. Sebenarnya balik lagi ke konsep yang ingin dibawa ketika membuat sebuah kafe, apakah tempat yang memang untuk menikmati kopi spesial saja atau ada makanannya? Berapa kapasitas tempat tersebut? Apakah dengan semua aspek yang dikonsiderasi, bisnis kafe ini layak untuk dijalankan?

Like

Leave a reply to Tom Kersen Cancel reply