Categories
Barista

Cappuccino vs Flat White (part 2)

Penelitian (?) masih berlanjut. Apakah definisi kedua minuman ini menurut para ahli kopi dan juga mbah gugel? 

Disclaimer: tautan yang saya gunakan hanya sebagai referensi dan rekomendasi saya pribadi. Saya tidak berafiliasi dengan semua merk yang saya sebut di blog ini. 

Dalam bagian kedua tentang topik ini, saya akan mencari definisi dari kedua jenis minuman ini. Sesuai dengan rencana awal yang saya tulis di bagian pertama dari Cappuccino vs Flat White, saya akan menggunakan 3 buku kopi dengan penulis yang sudah dikenal di industri kopi spesialti: 

  1. Coffee Obsession oleh Anette Moldvaer. Beliau adalah salah satu pendiri dan juga green bean buyer dari Square Mile Coffee Roasters di London. Buku ini terbit di tahun 2014. 
  2. World Atlas of Coffee, edisi kedua oleh James Hoffmann. Beliau juga salah satu pendiri Square Mile Coffee Roasters di London selain Anette Moldvaer. Beliau merupakan Juara World Barista Championship tahun 2007 dan aktif sebagai youtuber. Buku ini terbit di tahun 2018. 
  3. The Coffee Dictionary oleh Maxwell Colonna-Dashwood. Beliau adalah pendiri dari Colonna Coffee dan Colonna & Small’s di Britania Raya. Beliau juga adalah juara Barista Championship di Britania Raya sebanyak tiga kali dan tiga kali mencapai tahap final di World Barista Championship. Buku ini terbit di tahun 2017.

Karena semua buku ini dalam Bahasa Inggris, saya berusaha sebisa saya untuk menerjemahkan dan merangkum definisi yang tertulis di buku-buku ini ke dalam Bahasa Indonesia. 


Mari kita mulai dari buku Coffee Obsession oleh Anette Moldvaer.

  1. Cappuccino: Untuk banyak orang, cappuccino direpresentasikan dengan perpaduan antara kopi dan susu yang paling selaras. Cara membuat cappuccino adalah dengan 1 shot espresso (25ml), susu yang di-steam di suhu 60–65 derajat celcius. Susu dituang ke cangkir yang berisi espresso sedemikian rupa sehingga area pinggiran cangkir adalah crema espresso agar tegukan pertama akan memiliki rasa kopi yang kuat. Memiliki 1cm lapisan foam susu. Jika berkenan, bisa ditambahkan bubuk coklat atau kayu manis di atasnya. 
  2. Flat white: berasal dari Australia dan New Zealand, resep minuman ini berbeda di setiap daerah. Flat white mirip dengan cappuccino, tapi memiliki rasa kopi yang lebih terasa, lebih sedikit foam susu, dan biasanya disajikan dengan latte art. Cara membuatnya adalah dengan 2 shots espresso (50ml), susu yang di steam di suhu 60–65 derajat celcius. Memiliki 5mm lapisan foam susu dengan latte art

Selanjutnya, definisi menurut World Atlas of Coffee, edisi kedua oleh James Hoffmann. 

  1. Cappuccino: terdapat banyak mitos mengenai cappuccino. Salah satu mitos yang terbaru adalah the rule of thirds, yang menjelaskan bahwa cappuccino tradisional terdiri dari sepertiga espresso, sepertiga susu, dan sepertiga foam susu. Resep ini sendiri sebenarnya tidak memiliki akar dalam budaya. Hoffman menemukan bahwa referensi pertama kali yang menjelaskan tentang the rule of thirds ini ditulis di tahun 1950-an. Buku referensi ini menyebutkan cappuccino sebagai 1 shot espresso dicampur dengan perbandingan seimbang antara susu dan foam susu. Frasa ini sedikit ambigu, di mana mungkin saja perbandingan susu dan foam susu saja yang sama, atau ketiga bahan memiliki perbandingan yang sama. Jadi resep yang biasa dikenal orang sebagai 1:1:1, penulis buku tersebut mungkin bermaksud membuat resep 1:2:2. Cappuccino dengan ukuran 150–175ml yang dibuat dengan 1 shot espresso dengan rasio 1:2:2 sudah menjadi tradisi lama dan masih disajikan di Italia dan beberapa daerah di Eropa.
  2. Flat white : minuman berasal dari Australiasia dan disebarkan oleh orang yang berkelana ke Eropa dan Amerika Utara. Pada tahun 1990-an, merupakan hal yang umum di luar daerah Italia, untuk sebuah cappuccino disajikan dengan foam susu yang menggunung dan juga kering, ditambahkan dengan bubuk cokelat di atasnya. Pada saat itu banyak pelanggan yang tidak suka dengan kopi susu yang bisa dikatakan banyak mengandung udara ini, sehingga mereka menginginkan kopi susu yang flat. Tidak ada foam, hanya kopi dan susu. Lalu ini menjadi bagian dari kebudayaan pada saat itu, di mana orang-orang mulai memfokuskan lebih lagi terhadap kualitas, tekstur susu yang lebih baik dan juga latte art, flat white akhirnya dibuat menjadi suatu minuman yang nikmat. Menurut James Hoffmann, deskripsi yang paling baik yang bisa dia berikan, flat white adalah seperti small dan strong latte. Memiliki rasa kopi yang kuat sehingga biasanya menggunakan double ristretto atau 2 shot espresso, dicampur dengan susu sehingga menghasilkan minuman dengan ukuran 150–175ml. Susu yang digunakan memiliki sedikit foam, sehingga bisa menghasilkan latte art ke minuman tersebut. 

Buku terakhir, The Coffee Dictionary oleh Maxwell Colonna-Dashwood.

  1. Cappuccino adalah minuman yang iconic, namun definisi yang pasti susah ditemukan. Dapat dikatakan bahwa cappuccino lebih kuat rasa kopinya dibandingkan dengan latte (karena kandungan kopi yang lebih banyak dibandingkan susu) dan memiliki kandungan foam susu yang layak, walaupun banyak toko komersil yang menyajikan cappuccino seperti latte dengan sedikit taburan bubuk cokelat di atasnya. Di luar ini, definisi cappuccino agak rumit. Ada yang menyatakan bahwa cappuccino yang sempurna adalah minuman kopi susu yang sulit untuk dikuasai: foam susu yang padat dan juga memiliki volume yang besar, dibuat sedemikian rupa agar foam susu tidak memisah ke atas adalah sesuatu yang hampir mustahil, kecuali minuman tersebut langsung dikonsumi. 
  2. Flat white: minuman berasal dari Australia dan New Zealand, namun tidak jelas siapakah penemunya. Flat white adalah minuman dengan espresso, susu yang di-steam, dan relatif (rasanya) kuat. Resep secara spesifiknya pun sangat bervariasi. Menurut Dashwood sendiri, resep flat white yang ia paling akrab adalah 2 shot espresso, ditambahkan dengan susu yang di-steam dengan foam tipis (flat) di gelas ukuran 6oz (kurang lebih 180ml). Kesuksesan minuman ini berada di rasanya yang kuat, dan minuman ini telah menjadi sesuatu yang umum di coffee shop seluruh dunia, karena para peminum kopi memberontak akan meningkatnya minuman yang terlalu besar yang mendominasi pasar dan menaruh perhatian ke kopi itu sendiri.

Selanjutnya saya akan menggunakan definisi cappuccino dan flat white berdasarkan mbah gugel dengan pemikiran bahwa tidak semua orang memiliki buku kopi dan biasanya orang pasti akan meng-gugel suatu hal yang tidak diketahuinya. Di bawah ini saya menggunakan definisi dari mbah wiki karena hasil pencariannya terletak paling atas dan juga berada di kotak sebelah kanan, dan biasanya orang awam akan percaya hasil pencarian paling atas bukan? Terkadang saya pun begitu. Berikut definisinya: 

  1. Cappuccino adalah minuman dengan basis espresso yang berasal dari Italia dan secara tradisional disajikan dengan foam susu hasil dari steam susu . Variasi dari minuman ini menggunakan penambah rasa seperti kayu manis dan bubuk cokelat. Biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan caffè latte, dengan foam susu yang lebih tebal. 
  2. Flat white adalah minuman yang terdiri dari espresso dengan microfoam (susu yang di-steam dengan gelembung yang kecil dan konsistensi yang mengkilap dan velvety ). Minuman ini mirip dengan latte, tetapi lebih kecil dalam volume dan dengan lebih sedikit microfoam, sehingga memiliki proporsi yang lebih tinggi akan kopi dibandingkan dengan susu, dan susu memiliki tekstur yang lebih velvety — sehingga rasa espresso akan lebih mendominasi. 

(Update) Saya juga akan mencantumkan beberapa jawaban survei kecil yang saya buat di Instagram beberapa waktu lalu. Jawaban-jawaban ini merupakan campuran dari sisi barista dan juga sisi pelanggan. Berikut jawabannya:

Cappuccino adalah:

  1. Latte with more thick foam
  2. Espresso tambah susu yang rasanya ga ke kopi ga ke susu aka balance
  3. Kopi pake susu yang ada foamnya
  4. Kopi pake susu foam tebal
  5. 1 shot of an espresso, smooth frothy milk, minim latte art, comfort
  6. Kopi susu italy

Sedangkan Flat White adalah:

  1. Espresso tambah susu yang rasanya di tengah tengah capp dan latte
  2. Latte with less/almost without foam (less stretching when frothing the milk)
  3. Double rist + steamed milk, +/- 7oz cup
  4. Kopi pake susu foam tipis
  5. Double ris in 5–7 oz topped with slightly frothed milk with silky texture
  6. Kopi susu aussie

Tujuan saya mencantumkan hasil survey ini adalah untuk membandingkan pengetahuan barista dan juga pelanggan akan kedua minuman ini dengan deskripsi yang saya sudah sebutkan di atas. Apakah ada perbedaan atau persamaan?


Sekian isi dari bagian kedua topik ini. Secara singkat, sekali lagi terdapat persamaan dan juga perbedaan cara pembuatan dari semua sumber yang saya gunakan untuk mendefinisikan cappuccino dan flat white. Hasil dari penelitian ini cukup menarik bagi saya dan juga membuat saya sadar akan ketidaktahuan saya akan hal-hal simple yang saya temui, even worse sesuatu yang saya buat setiap harinya selama 6 tahun bekerja sebagai barista. Bagaimana dengan kamu sendiri? Untuk pembahasan lebih lanjut akan saya jabarkan di bagian ketiga Cappuccino vs Flat White

Bersambung ke bagian ketiga. 

2 replies on “Cappuccino vs Flat White (part 2)”

At my workplace, Capp is 1 shot espresso, while Flat White is double-rist. Every place has its own recipe, and as long as the coffee are good, there’s nothing to worried about 🙂

Like

Leave a reply to Tania Cancel reply