Categories
Barista

I love working on weekend and taking my break on weekdays

Bekerja sebagai barista selama 6 tahun membuat saya menjadi seperti ini dan saya tidak menyesal sama sekali. Inilah alasannya:

1. Karena kemacetan Jakarta dan jalan raya pada umumnya tidak separah di saat weekend atau tanggal merah dibandingkan dengan hari biasa. Apalagi terkadang di saat weekend, berdasarkan observasi, saya menemukan suatu gejala yang saya sebut sebagai weekend driver, di mana pengemudi entah kenapa memiliki kecenderungan mengemudi lebih santai (lambat) dan terkadang lebih teledor dari seharusnya.

2. Saya tidak tahan dengan keramaian di tempat umum seperti mal, restoran, atau kafe. Tidak jarang saya merasakan keramaian mal di saat weekend sama saja dengan keramaian pasar di pagi hari: sesak, penuh dengan orang. Belum lagi ketika mencari parkir di dalam mal tersebut. Waktu yang terbuang demi mencari parkir tersebut saja sudah sangat tidak masuk akal.

3. Kualitas makanan/minuman & pelayanan di weekend tidak seprima jika dibandingkan dengan weekdays. Apakah kamu pernah membandingkan kualitas makanan/minuman dan pelayanan di suatu restoran, khususnya yang memiliki traffic yang sangat ramai di saat Sabtu & Minggu dibandingkan hari biasa? I did. Saya pernah melakukannya dan saya lebih menyukai kualitas di saat weekdays.

4. Alasan terakhir dan terpenting dari semuanya adalah karena kafe di tempat saya bekerja lebih ramai di hari Sabtu dan Minggu, dan saya suka bekerja melayani pelanggan yang datang di tengah keramaian tersebut. It’s fast-paced, dynamic, dan tentu saja melelahkan, but it’s fun and I love it 😉

Leave a comment