Categories
Uncategorized

“Kenapa Nulis?”

Hampir 5 tahun berlalu dari sejak saya menulis blog post pertama saya. Dimulai dari kejenuhan karena PSBB dan juga kejenuhan di industri kopi. Dimulai dari sebuah ide yang didapatkan ketika podcast Bincang Kopi. Menulis blog dengan tujuan untuk menulis sebuah buku. Namun sampai sekarang buku tersebut hanya masih sebuah impian. Entah kapan bisa terwujud.

“Kenapa nulis ?”, tanya mereka, para pembawa acara podcast yang saya datangi. Di era serba content creation dengan video ataupun podcast, kenapa menulis blog? Yang pasti saya sudah menjawab pertanyaan itu dengan baik di podcast-podcast tersebut. Tapi pertanyaan itu selalu terngiang di ingatan saya. I think, akar dari semuanya adalah karena saya seorang introvert yang lebih suka membaca dan menulis, ketimbang menonton video ataupun mendengar podcast. Mungkin juga karena saya memulai perjalanan kopi saya dengan membaca blog di cikopi.com , blog dari mendiang almarhum Pak Toni Wahid, salah satu senior di industri kopi spesialti Indonesia dan jimseven.com , blog dari James Hoffman yang sekarang menjadi youtuber kopi ternama. Tulisan mereka menginspirasi saya sampai sekarang.

Menulis journal dan membaca buku menjadi sebuah kebutuhan yang penting bagi saya selama tinggal dan bekerja di Qatar. Salah satu alasan kenapa saya menjadi jarang menulis blog baru. Maafkan saya. Bertahun-tahun tinggal di sini, dengan penduduk yang sedikit, apalagi orang Indonesia yang bekerja perkopian. Saya pun menjadi lebih relate dan teringat akan pembaca setia yang mungkin bekerja di situasi yang sama. Tidak berlokasi di kota besar seperti Jakarta, entah di mana pun itu di Indonesia yang sangat luas itu, tidak memiliki kompas ataupun teman pendamping sesama pecinta kopi spesialti yang bisa menjadi penyemangat. Saya bisa teringat hal ini karena pemenang giveaway yang diadakan sebelumnya juga bukan dari Jakarta.

Di tengah kesunyian ini, asyik dengan menulis dan membaca, akhirnya saya menjadi sadar bahwa menulis dan membaca adalah cara berkomunikasi antar introvert. Introvert itu bagaikan sebuah bola penuh dengan pikiran dan emosi, yang kadang bingung dan kagok bagaimana cara mengkomunikasikannya dengan baik kepada orang lain. Karena itulah mereka menulis agar jelas apa yang sebenarnya ingin disampaikan dan dapat dimengerti oleh yang lain. Seseorang yang introvert juga terkadang bingung bagaimana mendeskripsikan apa yang dirasakan dan dipikirkan, karena itulah mereka membaca agar mendapatkan kata-kata pinjaman yang tepat untuk dipakai. With this in mind, saya memilih untuk menulis sebagai cara saya memberikan kembali/giving back untuk komunitas kopi spesialti di Indonesia, khususnya para generasi baru yang mulai bermunculan. Inilah hal yang paling bisa saya lakukan di sela-sela kesibukan sembari bekerja sehari-hari. Tetap dengan format tulisan singkat, berisikan pendapat, observasi, pengalaman, dan semoga saya bisa menulis dengan bahasa yang lebih luwes lagi. Mulai sekarang, jika kalian membaca ini, ingat bahwa tulisan-tulisan ini saya dedikasikan khusus bagi kalian, orang Indonesia, yang introvert, pelaku atau pecinta kopi spesialti, di mana pun kalian berada.

Leave a comment