Apakah kalian pernah terpikir mengenai hal ini atau this is me being too idealistic/hanya saya saja yang berpikir terlalu ideal?
Bekerja di Qatar dan melihat banyak barista yang sudah bekerja selama bertahun-tahun dengan posisi yang sama. Banyak pula yang diantaranya sudah bisa dibilang tidak muda lagi. Lalu di saat yang bersamaan, biasanya operasional usaha tersebut dikepalai manajer atau supervisor yang tidak mengerti mengenai kopi spesialti, walaupun produk utamanya adalah kopi spesialti. First impression yang saya dapatkan ataupun faktanya dari orang-orang ini adalah mereka tidak memiliki background makanan dan minuman/Food and Beverage (F&B), tidak peduli, atau malah terkadang sok tahu mengenai kopi spesialti.
Apa yang terjadi di depan mata saya ini, membuat saya menjadi kebingungan. How come is this happening? Kemanakah para supervisor atau manager yang memang memiliki background F&B? Kenapa para barista ini masih di posisi yang sama selama bertahun-tahun dan tidak naik jenjang karirnya walaupun beberapa dari mereka memiliki potensi untuk naik posisi? Jika dibandingkan dengan pengalaman saya ketika masih bekerja di Jakarta, runtutan jenjang karir yang biasa dilalui adalah dimulai dari part time barista, dilanjutkan dengan barista full time/staff tetap, head barista, lalu supervisor dan manager.
Memiliki latar pendidikan manajemen perhotelan juga menjadi dasar kebingungan saya. Diajarkan bahwa apapun departemennya itu di dalam sebuah hotel: Food and Beverage (restoran, dapur), Housekeeping, Front Office, dll adalah sebelum kita naik ke level managerial (supervisor/ manager) kita harus bekerja di level terendah dari departemen itu terlebih dahulu. Kalau di skenario coffee shop berarti dimulai sebagai runner/server, setelah itu lanjut sebagai barista, head barista, dan seterusnya. Kenapa begitu? Karena ini berkaitan dengan pengalaman operasional yang dibutuhkan sebagai gambaran atau dasar dari operasional itu sendiri. Tentu di posisi managerial, mereka harus mengerti cara kerja operasional, who is doing what/siapa melakukan apa, what needs to be done/apa yang butuh untuk dilakukan, dan what can be done better/apa yang bisa dilakukan lebih baik lagi. Paling terakhir dan yang paling penting adalah what is it they are selling/apa yang sebenarnya mereka jual. Dari situlah yang berada di posisi di atas bisa melihat gambaran besarnya, the bigger picture of the operation. Di posisi managerial, you gotta have an eagle-eye perspective, harus bisa mengamati apa yang terjadi di “bawah” dengan detil.
Skill yang membedakan dengan barista dengan level managerial di antaranya adalahnya kemampuan untuk planning, kepemimpinan, komunikasi antar staff/departemen dan tentunya mulai berkaitan dengan sales. Biasanya di tipe usaha yang lebih besar, contoh: chain coffee shop (Starbucks, Maxx Coffee, dll), menyediakan jenjang karir lanjutan dan sudah siap dengan program latihan managerial agar para staff yang memiliki potensi, bisa naik ke jenjang karir selanjutnya. Sayangnya independent coffee shop, tipe usaha yang biasa dipakai untuk kedai kopi spesialti, tidak memiliki program tersebut ataupun terkadang tidak ada opsi jenjang karir managerial yang tinggi. Alasannya antara lain karena tipe usahanya kecil, sehingga tidak membutuhkan posisi managerial, biasanya pemilik yang masih turun tangan langsung untuk hal ini.
Kamu suka kopi, tapi mungkin “tidak kopi2 amat” ? Mungkin ini adalah pertanda untukmu mencoba jenjang karir selanjutnya. Tidak melulu harus level up secara teknikal, ikut kompetisi kopi, terjun ke dunia roastery, buka kedai kopi, ataupun menjadi konsultan kopi, tetapi bisa juga level up dalam hal managerial. Mungkin kamu mengganggap bahwa kamu hanya seorang barista biasa di sebuah kedai kopi spesialti, namun kamu memiliki potensi untuk menjajaki karir yang lebih tinggi lagi di industri F&B, apalagi jika kamu sudah berada di posisi managerial.
Darimana harus memulai jika memang tempat kamu bekerja tidak memberikan pelatihan khusus untuk naik ke posisi managerial? Berikut beberapa hal yang bisa kamu coba. Mengamati apa yang biasa dilakukan oleh para manager ataupun pemilik kedai kopimu. Apa yang biasa dilakukan sehari-sehari. Pelajari cara pikirnya ataupun jika mereka yang harus mengambil keputusan, apa yang akan mereka lakukan? Kenapa mereka mengambil keputusan tersebut? Bagaimana cara mereka melakukan planning/perencanaan? Pelajari, praktekkan dan jangan lupa untuk “‘menunjukannya” ke mereka.