Setelah bekerja di dunia kebaristaan / coffee shop sejak 2014, saat ini saya berkesempatan untuk bekerja di sebuah roastery kopi. Sebuah pengalaman baru yang tentunya memberikan saya perspektif yang baru.
Mari kita mulai dengan sedikit perkenalan akan dunia roastery (sangrai) kopi. Dunia roastery kopi dan dunia kebaristaan adalah dua dunia yang berbeda. Roastery kopi kegiatan utamanya adalah mengolah kopi beras (green beans) dengan cara menyangrai sehingga menghasilkan biji kopi sangrai (roasted coffee beans). Lalu kopi hasil sangrai tersebut dijual ke pelanggan, baik dijual oleh roastery itu sendiri, atau pun ke bisnis lain seperti ke kedai kopi. Sedangkan barista bekerja di kedai kopi yang lebih bertanggung jawab untuk mengolah kopi sangrai dengan cara menyeduh kepada pelanggannya. Roastery memiliki tantangan bagaimana cara menyangrai green bean yang dia punya agar bisa mengeluarkan potensinya secara maksimal dengan mesin roasting yang dia punya, sedangkan barista harus mengetahui bagaimana cara agar dapat menyeduh dengan baik dengan alat seduh yang dipunya agar pelanggan dapat menikmatinya dengan baik.
Walaupun berbeda, namun saya menemukan bahwa skill kebaristaan yang saya punya pun masih berguna untuk digunakaan di dunia roastery. Dalam tulisan kali ini saya akan membahas skill atau keahlian apa saja yang berguna jika kalian, para barista, jika ingin mencoba untuk bekerja di sebuah roastery.
1. Menjaga Kebersihan
Betul, ini bukanlah sebuah skill, namun sebuah kebiasaan. Kebiasaan dasar yang diperlukan jika kita bekerja sebuah perusahaan khususnya yang berkaitan makanan dan minuman, tak hanya kedai kopi, namun juga sebuah roastery. Mencuci peralatan untuk membuat kopi, alat-alat menyeduh, area roasting, alat-alat yang dipakai untuk roasting. Sudah tidak asing lagi bukan?
2. Mengerti Cara Menyeduh
Roasting adalah kegiatan memproduksi. Namun tentu saja orang yang berkecimpung di dunia ini juga harus mengerti cara menyeduh kopi yang sudah disangrai tersebut. Cara menyeduh berarti mengerti bagaimana cara mengoperasikan grinder dan mesin espresso, bagaimana cara menyeduh dengan metode manual layaknya ketika berada di sebuah kedai kopi.
3. Mengerti tasting kopi
Selanjutnya adalah dapat menyicip atau membedakan satu sama lain kopi hasil seduhan baik dengan menggunakan mesin kopi ataupun seduh manual. Apakah kopi-kopi yang disangrai sudah sesuai dengan hasil yang diinginkan jika diseduh dengan metode-metode tersebut?
4. Product Knowledge & Sales Skill
Skill ini diperlukan jika mendapatkan posisi untuk bekerja di bagian sales dan tidak menutup kemungkinan roaster yang juga sekaligus harus menjual produknya sendiri. Tidak harus yang terlalu dalam, namun setidaknya mengerti bagaimana cara menjual sebuah produk, layaknya seorang barista yang bertanggung jawab di bagian kasir pada hari bekerja. Tentu saja harus mengerti akan produk yang dijual agar dapat menjelaskannya dengan baik ke pelanggan.
Mungkin kalian yang membaca deskripsi di atas merasa bahwa apakah benar skill dasar-dasar ini berguna ketika bekerja di sebuah roastery? Semua ini terlihat sepele, apalagi bagi yang sudah lama berkecimpung di dunia kebaristaan. Perlu diketahui bahwa pegawai yang bekerja di roastery belum tentu memiliki pengalaman bekerja sebagai barista terlebih dahulu. Berpengalaman sebagai barista setidaknya memberikan landasan pengalaman yang penting jika ingin memulai karir di sebuah roastery. Tentu saja perjalanan untuk menjadi roaster yang sesungguhnya masih panjang ke depannya.