Say good bye to weekend hangouts dengan sahabat, lunch meet up, apalagi bertemu di saat tanggal merah..
Well..not 100% tidak bertemu, hanya saja kemungkinannya akan sangat kecil untuk mengikuti jadwal teman-temanmu yang mungkin saja bekerja dengan office hours: Senin-Jumat (weekdays) bekerja dari jam 8 pagi sampai 5 sore, lunch time jam 12 siang sampai jam 1 siang, Sabtu dan Minggu (weekend) libur bekerja.
Bagaimana dengan jam kerja seorang barista? Tidak menentu. Karena jam kerja barista tidak ada rules pasti layaknya orang yang bekerja kantoran pada umumnya.
Coba bayangkan ketika kamu pergi ke sebuah mal. Pernahkah terlintas di kepala kamu kenapa orang-orang yang bekerja di mal tersebut tetap bekerja padahal kamu datang di saat weekend atau tanggal merah misalnya, baik pagi maupun malam? Jawabannya karena mereka adalah service industry workers.
Service industry worker atau pekerja di industri jasa, memiliki waktu bekerja yang bisa dikatakan hampir terbalik karena mereka adalah penyedia jasa. Sebagai penyedia jasa, di saat orang kebanyakan berlibur, mereka harus bekerja. Di saat orang-orang bekerja, mungkin itu di saat yang tepat ketika mereka beristirahat. Jam kerja biasa dibagi menjadi minimal 2 shift, tergantung dari tuntutan pekerjaan, biasanya dibagi menjadi shift pagi atau shift malam. Don’t get me started with break time. Pilihannya adalah antara beristirahat sebelum orang pada umumnya beristirahat, atau setelah mereka selesai beristirahat. Sangat berantakan bukan? Sadly, barista termasuk sebagai pekerja di industri jasa dengan waktu bekerja yang tidak beraturan ini.
Mungkin kamu akan bertanya: bukankah kopi, sebagai produk utama dari sebuah kafe, adalah minuman yang identik dengan orang kantoran atau bekerja, sehingga pasti di saat weekdays kafe akan lebih ramai dibandingkan weekend? Jawabannya adalah betul, namun hal ini berlaku untuk kafe yang berlokasi di area perkantoran.
Pada akhirnya, tak bisa dipungkiri bahwa kafe tetap merupakan salah satu opsi destinasi di saat weekend dan tanggal merah bagi orang-orang pada umumnya selain mal. Tempat untuk sekedar hangout dengan teman atau keluarga, makan, dan minum. Tak aneh jika seorang barista diharuskan untuk bekerja di weekend dan libur di weekdays.
Sebagai barista yang sudah bekerja selama beberapa tahun, saya juga sering melewatkan momen-momen berkumpul dengan sahabat yang bekerja dengan office hours dan terkadang dengan keluarga juga. Tetapi untungnya mereka mengerti dengan tuntutan pekerjaan saya ini. Terkadang saya pun mau tak mau harus request libur di weekend atau tanggal merah demi bertemu mereka, namun tidak bisa sering dilakukan karena tenaga saya diperlukan di kafe.
Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu siap? Bagaimana dengan keluarga dan teman-temanmu?